Setelah menistakan Al Quran dan melecehkan ulama Nahdlatul Ulama (NU). Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bisa jadi akan menyerang tokoh-tokoh Muhammadiyah. Apalagi ormas Islam ini tidak mendukung Ahok di Pilkada DKI Jakarta.
“Kalau melihat sikap dan kelakuan Ahok selama ini, bukan tidak mungkin dia akan ‘menyerang’ ulama dan tokoh-tokoh Muhammadiyah, apalagi ormas ini tidak mendukung Ahok di Pilkada DKI,” kata pengamat politik zulfikar Ahmad kepada Harian Terbit di Jakarta, Senin (6/2/2017).
Menurut Zulfikar, jika hal itu dilakukan mantan Bupati Belitung Timur itu, tentu akan semakin membuat umat Islam membencinya. Juga semakin membuka mata publik bahwa Ahok memang ingin menciptakan permusuhan dan kegaduhan.
“Saya berharap Ahok bisa menjaga mulutnya dan tidak menyinggung dan menghina orang lain. Dengan demikian tercipta ketenangan di masyarakat,” papar Zulfikar.
Korporasi
Dihubungi terpisah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak enggan mengomentari dugaan terdakwa Ahok juga akan menghina Muhammadiyah. "Bakal menghina itu belum kejadian. Saya gak bisa komentar," ujar Dahnil, Minggu (5/2/2017).
Menurut Dahnil, Ahok memang seorang pemimpin yang diproduksi oleh kekuatan korporasi. Sehingga bisa berdampak dari demokrasi yang asimetris. Memang Ahok berangkat dari etnis minoritas tetap sejatinya Ahok memiliki modal mayoritas yakni koorporasi yang berkuasa dan mampu menggunakan kekuatan uang melalui koorporasi tersebut.
"Ahok membangun opini seolah-olah antikorupsi, dan berpihak kepada rakyat kecil tapi faktanya bagi saya sebaliknya," jelasnya.
Dahnil menuturkan, saat solidaritas yang dibangun umat Islam perlahan menggoyahkan kekuatan koorporasi dibelakang Ahok, yang hegemonik tersebut. Apalagi saat ini Ahok juga dikenal karena kesombongannya. Karena dengan lisannya Ahok hobi mengeluarkan pernyataannya yang ugal-ugalan tersebut.
Sementara itu, Faris (40) aktivis dari Persaudaraan Umat Islam mengatakan Ahok dan pendukungnya telah berhasil mengatur dan mempermainkan aparat hukum.
"Buktinya sampai hari ini Ahok tak kunjung ditahan, dia (Ahok) dengan mudahnya menuding dan selalu berbuat kesalahan tapi mudahnya meminta maaf," ujar Faris kepada Harian Terbit di Jakarta, Minggu (5/2/2017).
Bapak dari tiga orang anak ini juga mengaku kesal. "Masih ada saja umat Islam yang mendukungnya melacurkan aqidahnya hanya demi uang dan posisi jabatan," bebernya.
“Kalau melihat sikap dan kelakuan Ahok selama ini, bukan tidak mungkin dia akan ‘menyerang’ ulama dan tokoh-tokoh Muhammadiyah, apalagi ormas ini tidak mendukung Ahok di Pilkada DKI,” kata pengamat politik zulfikar Ahmad kepada Harian Terbit di Jakarta, Senin (6/2/2017).
Menurut Zulfikar, jika hal itu dilakukan mantan Bupati Belitung Timur itu, tentu akan semakin membuat umat Islam membencinya. Juga semakin membuka mata publik bahwa Ahok memang ingin menciptakan permusuhan dan kegaduhan.
“Saya berharap Ahok bisa menjaga mulutnya dan tidak menyinggung dan menghina orang lain. Dengan demikian tercipta ketenangan di masyarakat,” papar Zulfikar.
Korporasi
Dihubungi terpisah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak enggan mengomentari dugaan terdakwa Ahok juga akan menghina Muhammadiyah. "Bakal menghina itu belum kejadian. Saya gak bisa komentar," ujar Dahnil, Minggu (5/2/2017).
Menurut Dahnil, Ahok memang seorang pemimpin yang diproduksi oleh kekuatan korporasi. Sehingga bisa berdampak dari demokrasi yang asimetris. Memang Ahok berangkat dari etnis minoritas tetap sejatinya Ahok memiliki modal mayoritas yakni koorporasi yang berkuasa dan mampu menggunakan kekuatan uang melalui koorporasi tersebut.
"Ahok membangun opini seolah-olah antikorupsi, dan berpihak kepada rakyat kecil tapi faktanya bagi saya sebaliknya," jelasnya.
Dahnil menuturkan, saat solidaritas yang dibangun umat Islam perlahan menggoyahkan kekuatan koorporasi dibelakang Ahok, yang hegemonik tersebut. Apalagi saat ini Ahok juga dikenal karena kesombongannya. Karena dengan lisannya Ahok hobi mengeluarkan pernyataannya yang ugal-ugalan tersebut.
Sementara itu, Faris (40) aktivis dari Persaudaraan Umat Islam mengatakan Ahok dan pendukungnya telah berhasil mengatur dan mempermainkan aparat hukum.
"Buktinya sampai hari ini Ahok tak kunjung ditahan, dia (Ahok) dengan mudahnya menuding dan selalu berbuat kesalahan tapi mudahnya meminta maaf," ujar Faris kepada Harian Terbit di Jakarta, Minggu (5/2/2017).
Bapak dari tiga orang anak ini juga mengaku kesal. "Masih ada saja umat Islam yang mendukungnya melacurkan aqidahnya hanya demi uang dan posisi jabatan," bebernya.
Sumber : htc

0 Response to "Setelah Al Quran dan Ulama NU, Ahok Bakal Serang Muhammadiyah?"
Post a Comment